Petani Internet
Indonesia adalah negara yang memiliki daratan yang begitu subur. Sehingga tak mengherankan kalau sebagian besar masyarakat di Indonesia bermata pencaharian dari sektor pertanian. Bahkan pada masa pemerintahan presiden Soeharto Indonesia mendapatkan gelar dari PBB sebagai negara swasembada pangan terbesar.
Seiring dengan adanya perkembamgan teknologi yang semakin maju istilah petani bukan hanya dapat digunakan oleh orang yang pergi ke sawah saja tetapi juga dapat digunakan oleh orang yang mencari keuntungan lewat internet. Sebut saja petani internet.
Pada dasarnya kedua istilah petani sawah dan petani internet memiliki kesamaan dan perbedaan. Kesamaan dari kedua pekerjaan tersebut adalah terletak pada tujuannya, yaitu sama-sama ingin mendapatkan pemasukan yang digunakan untuk keperluan hidup. Sedangkan perbedaannya terletak pada alat dan media yang digunakan.
Petani sawah tentunya memerlukan sawah yang berupa hamparan lahan yang subur yang dapat ditanami tetumbuhan yang nantinya akan dijual ataupun untuk di makan sendiri, padi atau jagung misalnya. Sedangkan petani internet memerlukan sawah atau ladang yang berupa blog.
Jika seorang petani setiap hari harus pergi kesawah untuk mencangkul ataupun memupuk, tidak demikian halnya dengan petani internet.Seorang petani internet hanya perlu duduk di depan sebuah PC yang terhubung dengan jaringan internet kemudian mengupdate blog tersebut.
Selain itu untuk memperluas ladang atau sawah yang dimiliki, petani sawah sering melakukan penggundulan hutan yang berdampak sangat negativ terhadap lingkungan . Sedangkan seorang petani internet tidak perlu melakukan penggundulan hutan untuk menambahkan luas ladangnya.
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.














Comments
No comments yet.
Leave a comment